<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444</id><updated>2012-02-17T00:33:18.806+07:00</updated><category term='Komodo'/><title type='text'>Jurnalistik Remaja</title><subtitle type='html'>Suka menulis? Pernah menulis artikel, tapi gak masuk majalah manapun? Kirim ke sini: spdiaz(dot)t(at)gmail(dot)com :]</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-8935338665390754791</id><published>2012-02-09T17:54:00.001+07:00</published><updated>2012-02-11T16:05:14.690+07:00</updated><title type='text'>Koran Indonesia dari Masa Ke Masa</title><content type='html'>Selamat Hari Pers Nasional, Jurnalis Remaja! :D&lt;br /&gt;Untuk memeperingati Hari Pers ini, Jurnalistik Remaja mau re-blog tentang koran-koran di Indonesia, mulai dari zaman Jepang sampai yang masih bertahan sampai sekarang.&lt;br /&gt;Selamat membaca! Teruslah menulis! :)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iOv1xTvINhU/TzYu4OO-mAI/AAAAAAAAAD8/HLSV2igKC44/s1600/koran1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-iOv1xTvINhU/TzYu4OO-mAI/AAAAAAAAAD8/HLSV2igKC44/s320/koran1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perjalanan Awal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Arnold Mononutu adalah nasionalis Indonesia Bagian Timur yang pro Republik Indonesia di zaman perjuangan kemerdekaan. Ia juga teman Bung Hatta semasa mahasiswa di Negeri Belanda tahun 1920-an. Ketika Presiden Soekarno melarang terbit surat kabar Pedoman, Indonesia Raya, dan Abadi, Januari 1961, tokoh yang akrab dipanggil Om No ini berkomentar di depan saya, "Koran-koran yang dibredel itu koran perjuangan zaman revolusi. Nilai sejarahnya dilenyapkan begitu saja. Tanda kita sebagai bangsa tidak tahu menghargai sejarah kita sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan datangnya Orde Baru, ketiga koran itu terbit kembali. Namun, tidak lama. Pada Peristiwa Malari, Januari 1974, pemerintahan Soeharto memberangus mereka kembali. Om No yang mantan Menteri Penerangan RI dalam Kabinet Wilopo (1952 – 1954) itu kembali berkomentar, "Matematika koran-koran itu menunjukkan pemerintah tidak mempunyai sense of history, nalar sejarah. Di India ada koran berusia lebih dari seabad, seperti The Hindu di Madras dan Times of India di Bombay. Di India, tradisi dipertahankan dan warisan sejarah dihormati. Sedangkan di negeri kita hal itu dianggap enteng dan tidak penting. Bila pemerintah tidak senang terhadap koran yang beroposisi, ya langsung dicabut izin terbitnya. Bagaimana kita mau berkembang jadi dewasa sebagai bangsa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, Koran New York Times yang pertama terbit tahun 1851 kini berusia 152 tahun. Di Indonesia mustahil ada koran setua itu. Jika dihitung sejak proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, ada beberapa koran saja yang bisa disebutkan. Kebanyakan sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Didukung intellectual community&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Koran yang terhitung panjang usia misalnya Kedaulatan Rakyat (KR) di Yogyakarta. Kini usianya lebih dari 40 tahun. KR didirikan tanggal 27 September 2003. Perintisnya, H. Samawi (1913 – 1984) dan M. Wonohito (1912 – 1984). Pada 1945 – 1946 KR dipimpin oleh Soemantoro sebagai pemimpin redaksi (pemred). Ketika itu dia kerap mendampingi Ibrahim Tan Malaka yang tengah menggalang Persatuan Perjuangan sebagai oposisi terhadap kabinet Sjahrir yang melaksanakan kebijakan diplomasi dan perjuangan dalam menghadapi Belanda. Soemantoro pula yang membawa Tan Malaka ke Solo untuk berbicara di konferensi pembentukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Wonohito, mantan mahasiswa Sekolah Hukum Tinggi (RHS) di Batavia memegang kendali redaksi, KR menjadi koran yang mendukung pemerintah dan bersikap moderat. Karena itu, KR selamat melalui badai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KR adalah contoh community paper yang terbatas pada Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga mendapat dukungan intellectual community seperti dari Universitas Gadjah Mada. Kini dalam jajaran pimpinannya terdapat putra almarhum Wonohito, Dr. H. Soemadi M. Wonohito, SH sebagai direktur utama, Dr. Ir. Sapuan Gafar sebagai direktur keuangan, dan Drs. Oka Kusumayudha sebagai pemred. Kabarnya, tiras KR mencapai 60.000 eksemplar tiap hari. Kini KR juga menerbitkan media cetak lain yang berada di bawah payung grup KR seperti Minggu Pagi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari Yogyakarta, tepatnya di Semarang ada Harian Suara Merdeka. Pada awal 1950 koran ini dipimpin oleh Hetami, mahasiswa drop out dari Faculteit Letteren en Wijsbegeerta Batavia. Di zaman Jepang Hetami bersama Gadis Rasid bekerja pada Harian Sinar Baroe yang pemrednya Parada Harahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hetami bukan penulis yang menarik dan jenaka seperti Wonohito dalam kolom profilnya di Minggu Pagi. Kekuatan Hetami terletak pada keterampilannya menulis tajuk berita yang "catching" dan serta merta menangkap perhatian pembaca. Ia teliti menyunting berita luar negeri yang pada waktu itu harus didengar dan dimonitor sendiri dari pesawat radio. Ia suka berita atau tulisan pendek, bernas, dan mudah dipahami. Lay out Suara Merdeka dibuatnya khas, tidak sama dengan penampilan koran lain. Berkat kepemimpinannya, Suara Merdeka berkembang pesat, survive di tengah partijpolitiek zaman Orde Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Hetami meninggal, ia digantikan oleh menantunya, Ir. Santoso. Santoso kemudian menjelma menjadi manajer nomor wahid dan membawa Suara Merdeka ke tingkat sukses. Praktis, koran itu dominan di Provinsi Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santoso juga menerbitkan media cetak lain yang berada di bawah naungan Suara Merdeka, seperti Harian Sore Wawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waspada-Pedoman Rakyat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di Sumatera Utara juga ada harian tua lainnya, yaitu Waspada. Koran ini lahir 11 Januari 1947 dan dipimpin oleh Mohammad Said. Suatu kali Said bercerita, "Ketika itu, Januari 1947, penduduk Kota Medan berjumlah 300.000 orang. Keadaan sangat sepi karena banyak penduduk yang telah mengungsi. De facto Kota Medan saat itu diperintah oleh Belanda, menyusul timbang terima dari tentara Inggris. Di jalan-jalan hanya terlihat orang Tionghoa. Mereka dilindungi Belanda dan Poh An Tui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali Waspada dibredel Belanda, sehingga koran ini hidup senin-kemis. Mohammad Said dan istrinya, Ani Idrus, adalah wartawan yang dikenal dan akrab dengan masyarakat Sumatera Timur. Maka, ketika Waspada terbit kembali setelah dibredel, penjualan ecerannya laris di Pasar Kesawan. Suatu hal yang unik, Harian Waspada mempunyai banyak pembaca di Provinsi Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Mohammad Said mengundurkan diri di tahun 1969, Ani Idrus mengambil alih pimpinan Waspada. Said tutup usia tahun 1995, Ani menyusul empat tahun kemudian. Kini, Waspadadikelola oleh putra-putri Mohammad Said-Ani Idrus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sulawesi Selatan juga terdapat harian berumur lebih dari 40 tahun. Namanya, Pedoman Rakyat. Harian ini terbit di Makassar. Mulanya dipimpin oleh Henk Rondonuwu, Menteri Penerangan dalam pemerintah Negara Indonesia Timur (NIT). Namun, kemudian diambil alih oleh L.E. Manuhua. Meskipun muncul di zaman Federal, surat kabar ini berorientasi pada Republik yang dipimpin oleh Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahun 1987 diadakan Karya Latihan Wartawan (KLW-PWI) di Makassar, posisi Pedoman Rakyat di masyarakat Sulawesi Selatan dikaji oleh para peserta. Sebuah riset juga telah dilakukan oleh Prof. Abdul Muis, SH, guru besar di Universitas Hasanuddin. Salah satu hasil temuannya adalah minat baca rakyat Sulawesi Selatan pada umumnya kurang. Ada petani yang mampu membeli pesawat televisi yang dinyalakan menggunakan aki. Di desa-desa terdapat lemari es, tetapi karena tidak ada aliran listrik, alat penyimpan bahan makanan berpendingin ini tidak bisa difungsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, refrigerator itu dipakai untuk menyimpan baju. Sementara, tidak terpikirkan oleh mereka untuk membaca surat kabar seperti Pedoman Rakyat. Koran ini sampai sekarang masih ada, tetapi Manuhua sudah sakit-sakitan.Pedoman Rakyat terus begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tua semu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selain surat kabar yang benar-benar berusia lebih dari 40 tahun, ada pula harian yang telah berusia lebih dari 40 tahun meski tidak sesungguhnya. Koran Merdeka, misalnya. Koran ini terbit pertama kali 1 Oktober 1945. B.M. Diah jadi pemimpin umum/pemimpin redaksi, sedangkan redaktur pelaksananya Rosihan Anwar. Keduanya pada akhir 1946 berpisah karena konflik soal kepemilikan surat kabar itu. Diah mengklaimMerdeka milik pribadinya. Rosihan Anwar melawan dengan menyatakan, Merdeka milik bersama wartawan dan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Rosihan mendirikan Pedoman yang mencapai posisi bagus pada dasawarsa 1950-an. Diah mengoperasikan Merdeka. Lalu, dia bekerja sama dengan Dahlan Iskan, bos grup Jawa Posuntuk mengelola Harian Merdeka. Pecah kongsi toh terjadi kembali. Merdeka berubah nama menjadi Rakyat Merdeka dan kepemilikannya dikuasai sepenuhnya oleh Jawa Pos. Merdekayang dahulu koran keluarga, sudah almarhum. Jadi, tak bisa lagi dicatat sebagai koran berusia lebih dari 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran lain yang tua semu ialah Pikiran Rakyat (PR) di Bandung. Pada awal 1950 koran ini dipimpin oleh wartawan A.Z. Palindih dan Djamal Ali. Koran ini pun sempat menghadapi kesulitan internal. Antara pimpinan dan wartawan timbul ketidakharmonisan. Dari kalangan eksternal, datang tekanan golongan komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan Partai Komunis Indonesia (PKI) begitu gencar, sehingga PR harus mencari perlindungan pada Kodam Siliwangi. Caranya, dengan mengganti nama untuk sementara waktu dan berafiliasi dengan tentara. Akhirnya, Sakti Alamsyah bersama beberapa rekannya seperti Atang Ruswita mendirikan Pikiran Rakyat gaya baru yang berkembang menjadi surat kabar terkemuka di Jawa Barat.&lt;br /&gt;Setelah Atang Ruswita mengambil alih manajemen PR dari Sakti Alamsyah yang tutup usia, maka harian ini berkembang baik sekali. Kini grup PR memiliki media cetak di berbagai kota di Jawa Barat. Namun, dihitung dari saat PR gaya baru terbit, usianya belum mencapai 40 tahun.&lt;br /&gt;Sumber: Surono, Agus. 2011. Selamat Ulang Tahun Intisari. http://intisari-online.com/read/selamat-ulang-tahun-intisari-. 24 Januari 2012&lt;br /&gt;Kompas Gramedia Magazine copyright@2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-8935338665390754791?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/8935338665390754791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2012/02/koran-indonesia-dari-masa-ke-masa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/8935338665390754791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/8935338665390754791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2012/02/koran-indonesia-dari-masa-ke-masa.html' title='Koran Indonesia dari Masa Ke Masa'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-iOv1xTvINhU/TzYu4OO-mAI/AAAAAAAAAD8/HLSV2igKC44/s72-c/koran1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-2056900746989049941</id><published>2012-01-17T20:21:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T20:21:38.157+07:00</updated><title type='text'>Tips dan Trik Sukses Ujian</title><content type='html'>Ujian Nasional, ujian yang diadakan oleh negara untuk siswa-siswi kelas 3 SMP maupun SMA yang menjadi pro dan kontra. Ada yang setuju dengan sistem ini, ada pula yang tidak. Bahkan, ada banyak orang yang menggunakan ajang ini untuk mencari uang dari orang-orang yang anti-kesulitan. Walaupun banyak bukti bahwa &lt;b&gt;mencontek&lt;/b&gt; adalah suatu hal yang tak terpuji, namun tetap saja ada yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian ini diadakan serentak di seluruh Indonesia. Tahun ini Ujian Nasional diadakan tanggal 16-19 April 2012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kriteria kelulusan, tahun ini tidak hanya menggunakan nilai Ujian Nasional saja, namun nilai Ujian Sekolah mempunyai bobot 40% untuk kelulusan. Sehingga, siswa-siswi kelas 3 harus benar-benar memegang teguh kedua ujian tersebut agar bisa lulus Mei nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, di sini akan diberikan beberapa tips dan trik, agar saat ujian kita dapat lebih teliti dan mendapatkan kemungkinan terbesar untuk sukses dalam ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Baca soal dengan teliti dan cermat sebelum menjawab, pahami apa yang ditanyakan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika biasanya kita hanya membaca soal sepintas lalu saja, maka mulai sekarang jangan remehkan soal. Bacalah soal-soal yang ada seteliti mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Perhatikan waktu, lewati yang sulit agar bisa mengerjakan soal-soal yang lebih mudah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terbiasa berkutat pada satu soal saja. Ketuntasan per mata pelajaran UN tahun ini&lt;b&gt; &lt;/b&gt;adalah 4,0. Maka usahakan waktunya cukup untuk mengerjakan dan menjawab minimal 40% dari seluruh soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Semua soal harus dijawab, 10 menit terakhir, LJUN harus sudah terisi semua.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tak yakin jawaban kita benar atau tidak, sebaiknya kita mengarsir seluruh nomor di lembar jawab ketika 10 menit terakhir. Soal UN adalah pilihan ganda dan tidak ada poin minus, maka kita masih mempunyai peluan 20-25% jawaban benar walaupun "menembak".&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Kerjakan dengan tenang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapkan seluruh alat tulis semalam sebelum ujian, hadir di tempat ujian minimal 15 menit&lt;b&gt;&lt;/b&gt; sebelum ujian dimulai, dan berdoa sebelum ujian, adalah cara-cara terbaik untuk mendapatkan ketenangan saat ujian berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat belajar, semoga kita selalu sukses dalam ujian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-2056900746989049941?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/2056900746989049941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2012/01/tips-dan-trik-sukses-ujian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2056900746989049941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2056900746989049941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2012/01/tips-dan-trik-sukses-ujian.html' title='Tips dan Trik Sukses Ujian'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-5089034939262582278</id><published>2012-01-01T00:00:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T17:26:35.109+07:00</updated><title type='text'>:]</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xMqZnncOcgc/Tvv45YCJbMI/AAAAAAAAADs/4WlFD0vqSec/s1600/New+Year_jr.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/-xMqZnncOcgc/Tvv45YCJbMI/AAAAAAAAADs/4WlFD0vqSec/s320/New+Year_jr.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;May God bless you until the end of days. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dizftrq.blogspot.com/"&gt;http://dizftrq.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-5089034939262582278?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/5089034939262582278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2012/01/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/5089034939262582278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/5089034939262582278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2012/01/blog-post.html' title=':]'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xMqZnncOcgc/Tvv45YCJbMI/AAAAAAAAADs/4WlFD0vqSec/s72-c/New+Year_jr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-7638758433990256196</id><published>2011-12-22T09:33:00.000+07:00</published><updated>2011-12-22T09:33:37.431+07:00</updated><title type='text'>Facts - 1</title><content type='html'>Refer to history, fried rice (Indonesian: nasi goreng) exists since 4000 BC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In White House, there are 132 rooms, 35 bathrooms, 412 doors, 147 windows, 8 stairs, and 3 elevators.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When we scared, our bodies release endorphine hormon to heal the pain, and adrenaline hormon to give extra power.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A computer keyboard has germ 5 times more than toilet on its surface.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plastic Christmas tree was&amp;nbsp;first published by Sears, Roebuck &amp;amp; Co. in 1883.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: @MencobaBelajar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-7638758433990256196?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/7638758433990256196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/12/facts-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/7638758433990256196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/7638758433990256196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/12/facts-1.html' title='Facts - 1'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-7822833038900985565</id><published>2011-11-23T20:06:00.003+07:00</published><updated>2011-11-24T16:45:36.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komodo'/><title type='text'>Komodos</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Arial","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Arial; color:black;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Komodos are reptiles. They are classified in &lt;i&gt;Varanidae &lt;/i&gt;(monitoring lizard) family. Komodos are the biggest lizard in the world. They grow until their big size because of island gigantism, the effect of the condition that there is not any carnivore in the island they live. They don’t have hearing sense, but they have very strong sense to detect, taste and smell using their tongue, just like the other reptiles. They have poor sight in night and cannot see the differences of moving and unmoving objects.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36pt;"&gt;Komodos can run up to 20 kilometers per hour for short track. They are good swimmers too. They can dive until 4.5 meters. They also can climb trees using their powerful claws.They use their claws and their saliva to hunt. Their saliva is very dangerous because their saliva is deathly. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-indent: 36pt;"&gt;Komodos reproduce with eggs. The females usually lay her eggs in nest that is not used. The eggs have incubation period for 7-8 months. After hatch, the young Komodos will spend their much life on the trees, where they are safe from the adult Komodos that cannibals.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Most of Komodos live in Komodo Island, which is located in East Nusa Tenggara. They spread to other islands around Komodo Island like Rinca, Flores, Gili Motang and Gili Dasami. There are only thousands of Komodos that exist now, and it is still decreasing. So, there are many zoos and organizations that make captivity for Komodos. Those captivity are very good for tourism, especially Komodo Island which has been elected to be one of 7 Wonders of the World, because of those unique Komodos.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://d30mmglg94tqnw.cloudfront.net/wp-content/plugins/magic-gallery/uploads/12/komodo%20%281%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://d30mmglg94tqnw.cloudfront.net/wp-content/plugins/magic-gallery/uploads/12/komodo%20%281%29.jpg" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;Source: Wikipedia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-7822833038900985565?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/7822833038900985565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/7822833038900985565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/7822833038900985565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='Komodos'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-6159247040613865682</id><published>2011-11-06T09:42:00.000+07:00</published><updated>2011-11-06T09:42:58.446+07:00</updated><title type='text'>Madre</title><content type='html'>&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Judul Buku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Madre&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Pengarang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;Dee&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Penerbit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Bentang&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Cetakan dan Tahun Terbit : Cetakan I tahun 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Tebal Buku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: 160 halaman&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://annisaanggiana.files.wordpress.com/2011/07/dee-madre.jpg" imageanchor="1" style="height: 119px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; width: 75px;"&gt;&lt;img border="0" height="200px" ida="true" src="http://annisaanggiana.files.wordpress.com/2011/07/dee-madre.jpg" width="135px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Dee, atau&amp;nbsp;juga dikenal dengan nama aslinya, Dewi Lestari,&amp;nbsp;adalah salah satu pengarang wanita&amp;nbsp;Indonesia yang telah&amp;nbsp;matang. Mulai meniti karir menulis sejak tahun 2001&amp;nbsp;dalam epic&lt;em&gt;&amp;nbsp;Supernova,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;hingga sekarang tahun 2011, karya-karya Dee semakin terlihat kerapian dan kedewasaan dalam pola pikir. Jika dibandingkan dengan &lt;em&gt;Supernova, &lt;/em&gt;tentu &lt;em&gt;Madre &lt;/em&gt;menyimpan lebih banyak makna dalam sentilan-sentilan bijak khas Dee. &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Madre &lt;/em&gt;ini merupakan kumpulan-kumpulan karya Dee selama rentang waktu 5 tahun antara tahun 2006-2011. Beberapa sudah pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik. Banyak tema yang diangkat di buku ini, karena buku ini&amp;nbsp; merupakan sebuah kumpulan cerita.Tidak hanya kumpulan cerita,&amp;nbsp;puisi-puisi yang pernah Dee tulis juga bisa ditemukan di dalam buku ini. Tema-tema yang hadir pada buku ini mulai dari&amp;nbsp;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;takdir, kesetiaan, &lt;em&gt;soulmate,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;persahabatan dan tentu saja cinta.&amp;nbsp;Cerita utama dan yang pertama adalah &lt;em&gt;Madre &lt;/em&gt;itu sendiri, yang menceritakan&amp;nbsp;tentang panggilan hidup dalam pekerjaan.Cerita mengenai takdir yang datang untuk diketahui cukup terlambat dan tiba-tiba, membawa seseorang kepada pekerjaan yang tak pernah disangkanya untuk ditekuni. Juga ada puisi&amp;nbsp;percakapan seorang ibu dengan janinnya, yang sungguh tak terduga isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini dapat&amp;nbsp;membuat orang, apalagi yang sudah mengenal karya-karya Dee, tertarik untuk membacanya.Dari sinopsis singkat yang ada di belakang buku, kita langsung akan bertanaya, siapakah Madre itu sebenarnya. Si tokoh yang menjadi judul buku ini tidak semua orang bisa menduganya. Sayangnya, tidak semua orang yang melihat buku ini akan segera menyimpulkan bahwa buku ini asyik untuk dibaca. Kesan yang agak berat memang akan membuat pembaca-pembaca yang tidak ingin terlalu banyak berpikir kurang tertarik untuk membacanya. Padahal, buku ini bahasanya bahasa anak muda yang masih menghargai kebakuan bahasa, sehingga kalangan remaja dewasa 17-35 tahun dapat mengikutinya dengan baik.Namun yang jelas, buku ini dapat menjadi selingan dan teman minum kopi saat sore hari dan menambah wawasan hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-6159247040613865682?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/6159247040613865682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/11/madre.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/6159247040613865682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/6159247040613865682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/11/madre.html' title='Madre'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-2975560339945033836</id><published>2011-08-07T13:50:00.000+07:00</published><updated>2011-09-19T09:54:36.843+07:00</updated><title type='text'>Masa Kecil Master Joe Sandy</title><content type='html'>Master, Joshua Sandy Taniady, lahir di Subang, 2 April 1973. Ia dibesarkan di keluarga caturwarga yang sederhana. Ia tinggal bersama ayah-ibunya, Eddy Taniady dan Sarah Lolih Suryani dan adik laki-lakinya, Eleazer Roni. Mereka hidup dalam kesederhanaan dan bahagia. Kadang-kadang, ayah Joe kecil membawa Joe berkeliling sekitar rumahnya dengan sepeda motornya untuk menghibur Joe. Namun, kebahagiaan keluarga ini sempat hancur ketika Pak Eddy Taniady meninggalkan istri dan anak-anaknya, ketika Joe Sandy masih berusia 4 tahun, dalam serangan penyakit darah tingginya. Adiknya bahkan belum sempat mengenali wajah ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan tonggak rumah tangga, tidak serta-merta membuat keluarga ini jatuh terpuruk. Ibu Joe mempunyai keahlian dalam jahit-menjahit,sehingga beliau mulai menerima pesanan. Jadi, semasa kanak-kanaknya, sepulang sekolah, Joe kecil membantu ibunya membongkar jahitan yang salah, memasangkan kancing, mengukur lebar dan panjang kain. Mungkin kebiasaannya mengukur ini membuatnya mulai mencintai angka. Dari hasil keterampilan tangan Ibu Joe ini, mereka menggantungkan kebutuhan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Ibu Joe mempunyai penyakit jantung lemah sehingga kadang-kadang beliau pingsan, jatuh sakit, sehingga tidak dapat menerima pesanan. Pernah, saking sepinya pesanan baju, keluarga ini makan dengan lauk sebutir telur dibagi tiga. Sekali waktu, mereka kehabisan beras sehingga Joe harus membuka tabungannya yang hanya berjumlah Rp 3000,- saja untuk membeli beras, sehingga hari itu mereka bisa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pekerjaan jahitan memiliki tenggat waktu, sering Ibu Joe harus mengantarkan jahitan pada malam hari ke tempat tinggal para pemesan. Joe tidak tega membiarkan ibunya berjalan malam-malam sendirian, tanpa ada yang menemani. Joe memaksakan diri untuk ikut dengan ibunya, namun dilarang hingga pintu rumahnya dikunci hingga Joe tidak bisa keluar dari rumahnya dan mengikuti ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan ini... Joe kecil yang tidak kehabisan akal, melompat dari jendela dan memanjat atap agar bisa bebas dari rumahnya untuk mengawasi mamanya, menjaga mamanya tercinta... Ketika akhirnya perbuatan Joe ketahuan, Ibu Joe menyerah dan akhirnya memperbolehkan Joe untuk ikut mengantarkan pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Joe sungguh merupana sosok yang tangguh dan penuh kasih sayang. Bagaimana tidak? Beliau lelah, berjuang mati-matian kerja keras di depan mesin jahit untuk menyekolahkan kedua anaknya, masih menyempatkan diri setiap malam untuk menceritakan dongeng-dongeng, fabel-fabel, untuk membuai Joe dan Roni adiknya. Satu pesan Ibu Joe yang selalu diingat: selalu bersiap-siap, prepare, seperti unta yang minum air banyak-banyak untuk perjalanan jauh nantinya, jangan seperti manusia dengan hati kosong menimbun harta sebanyaknya di gudang. Dan banyak lagi petuah-petuah lainnya agar kedua anaknya dapat menjadi orang berguna di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, Ibu Joe tidak dapat melihat putra sulungnya sungguh telah menjadi The Master sejati dan telah membanggakan banyak orang, karena beliau dipanggil Tuhan untuk meninggalkan kedua putranya pada bulan Maret 2006 lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dari atas sana, Ibu Sarah Lolih Suryani dapat melihat putranya—yang dulu bersikeras untuk ikut dengannya mengantar pesanan, yang dulu berusaha untuk menggantikan sosok ayah yang hilang dengan menjaga ibu dan adiknya, telah meraih prestasi yang amat tinggi, dan telah menjadi kebanggaan kita semua. Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk SMA, Joe mulai mahir memainkan bakat sulapnya. Ia pamerkan keterampilannya pada teman-teman sekelasnya. Keterampilan ini didengar orang-orang sehingga Joe mulai sering mendapat undangan mengisi acara ultah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus SMA, Joe mengambil D1 Komputer Perbankan agar bisa cepat kerja untuk membiayai kuliah adiknya dan kebutuhan hidup. Namun Joe juga mengejar ketertinggalannya dengan banyak membaca dan belajar filsafat dan akhirnya mendapat pekerjaan sampingan, yaitu membuatkan skripsi S1. Setelah lulus D1, Joe bekerja di sebuah bank swasta. Kecakapannya magic-nya didengar juga oleh teman-teman sekantor, sehingga ia sering didaulat untuk mengisi acara kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Master Joe mengikuti “Bandung Magic Competition” di Sasana Budaya Ganesha Bandung. Di sana ia bertemu Master Deddy Corbuzier sebagai juri kompetisi tersebut dan mendapatkan juara 1. Sadarkah mereka, di masa depan nanti, mereka akan bertemu lagi dalam ajang kompetisi yang lebih bergengsi dengan peran yang sama: The Master RCTI, Deddy sebagai juri, Joe sebagai peserta, dan Joe kembali menjadi juara 1?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kebetulan? Satu minggu kemudian, setelah kompetisi itu berakhir, adik Master Joe, Eleazer Roni juga diwisuda di gedung yang sama dan menduduki kursi yang sama dengan yang diduduki Master Joe minggu lalu. Kebetulan lagi? Rasanya tidak karena Tuhan telah menggariskan jalan hidup dan rencana terindah yang mungkin akan mengejutkan kita manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tahun yang lalu, ketika RCTI mulai mengudara dan mewarnai layar kaca Indonesia, Joe Sandy mempunyai impian untuk dapat tampil di RCTI. Ia meragu, apakah mungkin impiannya bisa terwujud? Ternyata impian itu terwujud! Tuhan Mahatahu. Tuhan mengerti, Tuhan memahami, Tuhan peduli. Perjuangan Joe Sandy di masa lalunya dibayar tuntas dan lunas. Setiap pengorbanan, kepedihan dan kerja kerasnya, dibalas-Nya dengan menganugerahi Joe Sandy dengan gelar The Next Master of Magic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memeluk mimpi-mimpiku dan menjadikannya....”—Sang Pemimpi, Andrea Hirata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, keep dreaming!!!&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-681u5KJ4BIg/TnauWcrQJmI/AAAAAAAAADc/T5BHW6H-D2I/s1600/joe_sandy_016.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" rba="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-681u5KJ4BIg/TnauWcrQJmI/AAAAAAAAADc/T5BHW6H-D2I/s320/joe_sandy_016.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-o_BEcqAugJg/TnaueHa5vqI/AAAAAAAAADg/hDMQZbOVg4k/s1600/Sandy_Cool.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" rba="true" src="http://4.bp.blogspot.com/-o_BEcqAugJg/TnaueHa5vqI/AAAAAAAAADg/hDMQZbOVg4k/s1600/Sandy_Cool.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Aneka Yess! No. 11 edisi 25 Mei - 7 Juni 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-2975560339945033836?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/2975560339945033836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/08/masa-kecil-master-joe-sandy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2975560339945033836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2975560339945033836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/08/masa-kecil-master-joe-sandy.html' title='Masa Kecil Master Joe Sandy'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-681u5KJ4BIg/TnauWcrQJmI/AAAAAAAAADc/T5BHW6H-D2I/s72-c/joe_sandy_016.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-2037953510041729988</id><published>2011-07-17T11:23:00.000+07:00</published><updated>2011-09-19T10:01:44.513+07:00</updated><title type='text'>Are you a Scientist or a Social Person?</title><content type='html'>Hey, 10th graders! Are you still confused by what class will you take next year? Do you have business with Physics, Biology, Chemistry, or Math? Or do you feel comfortable with Sociology, Geography, Economy, Accounting, or even History? Or you, seniors! Maybe you feel that what you take now isn’t the real you?&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://waldotheclown.com/images/animated%20scientist.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" rba="true" src="http://waldotheclown.com/images/animated%20scientist.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://uva.ulb.ac.be/cit_courseware/datacomm/images/operator.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" rba="true" src="http://uva.ulb.ac.be/cit_courseware/datacomm/images/operator.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Well, you must try this quiz! It’s just 3 simple questions with 3 choices. Ready? Here we go!&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;1) You’ll be Interested by seeing: &lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;a. A news that Justin Bieber is going to Indonesia&lt;/div&gt;b. X2-6x+9=0  Wow, piece of cake!&lt;br /&gt;c. The History of Borobudur Temple.&lt;br /&gt;2) It’s the 2nd study time. The Sephos crew are working together making decorations for the school event. What will you do?&lt;br /&gt;a. My math homework isn’t done!&lt;br /&gt;b. Help the Sephoz crew, I’m done with Accounting…&lt;br /&gt;c. Sephos? That’s their business. I’ll just take a chat with my friends.&lt;br /&gt;3) What is your most favourite shape!&lt;br /&gt;a. ○&lt;br /&gt;b. ∆&lt;br /&gt;c. □&lt;br /&gt;Ready? Now you can count it like this:&lt;br /&gt;Scores: 1) a=20 , b=10 , c=30.&lt;br /&gt;2) a=10 , b=30 , c=20.&lt;br /&gt;3) a=30 , b=10 , c= 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Count your scores and see the result!&lt;br /&gt;30 – 40: The Natural Scientist.&lt;br /&gt;You are truly a scientist. You are clever and diligent, but you didn’t give enough attention to your friends and the people around you. Sometimes, just leave that chemistry book and chat with your friends.&lt;br /&gt;50 – 60: Social Scientist.&lt;br /&gt;You are a mix of social soul and natural scientific brain. You can be a dentist which also becomes a broadcaster like Nita Thalisa, or surgeon that sings like Tompi. It’s up to you, use your brain and follow your heart.&lt;br /&gt;70 – 90: Social Person.&lt;br /&gt;The social soul is in you. You can be a politician, an economist, or even an artist! You are very adaptable to your surroundings and have flocks of friends. But don’t forget to take care of yourself and study, ok? &lt;br /&gt;Are you still confused? Well, no matter. Above all, choose your love and love your choice. Like what you do and do what you like. It’s impossible to skip choices, but then again, follow your heart and use your brain, and ask others for advice. Do the best! (Dee, Edu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jurnalistik Van Lith Divisi Bahasa Inggris: Nimzo&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-2037953510041729988?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/2037953510041729988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/are-you-scientist-or-social-person.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2037953510041729988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2037953510041729988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/are-you-scientist-or-social-person.html' title='Are you a Scientist or a Social Person?'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-874433203518996506</id><published>2011-07-17T11:18:00.000+07:00</published><updated>2011-09-19T10:07:24.311+07:00</updated><title type='text'>Mindset Breakers</title><content type='html'>&lt;smallfrac m:val="off"&gt;&lt;dispdef&gt;&lt;lmargin m:val="0"&gt;&lt;rmargin m:val="0"&gt;&lt;defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;wrapindent m:val="1440"&gt;&lt;intlim m:val="subSup"&gt;&lt;narylim m:val="undOvr"&gt;&lt;/narylim&gt;&lt;/intlim&gt;&lt;/wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:Arial;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:Arial;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;/defjc&gt;&lt;/rmargin&gt;&lt;/lmargin&gt;&lt;/dispdef&gt;&lt;/smallfrac&gt;&lt;br /&gt;Here are the important people who lived during the Renaissance. They had found many new methods and theories that was very radical back then. They discovered new laws of science and gave new meanings to art. These four people had countered wrong perceptions, fixed misunderstandings and help to shape the world as we know today. Who are they, and what did they do? Let’s check it out!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonardo Da Vinci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.leonardo.net/p17.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" rba="true" src="http://www.leonardo.net/p17.jpg" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Who hasn’t heard of him? Dan Brown’s Novel, which has been brought to a movie, The Da Vinci code, has made Da Vinci more popular than before. Da Vinci is known as a painter, but he is also a scientist, engineer, botanist and even a musician! He’s the first person to operate a human body surgically. He had even already thought about the possibility of a flying transportation! He had so many brilliant ideas, but didn’t give his focus on one particular idea and died. He only left paintings, but really incredible ones, such as the popular Monalisa, Madonna on the Rocks, and The Last Supper, which is now, unfortunately, in a concerning condition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nicholas Copernicus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.faithinterface.com.au/wp-content/uploads/2010/05/kopernik9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" rba="true" src="http://www.faithinterface.com.au/wp-content/uploads/2010/05/kopernik9.jpg" width="274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;He lived in Poland during the 16th century. The son of a rich trader, he once thought of being a Priest. But he is more interested in astronomy, math, law and medic, which made him to change tides and become a scientist instead. One day, he found that Geocentric, the perception that says earth is the center of the solar system, is absolutely wrong. He found out that the sun is the axis of the solar system; which will be called Heliocentric later. This new idea is rejected by the Catholic Church based by the bible. In 1616, 73 years after Copernicus’ death, the church declared that his book about Heliocentric is deviate. Yet finally, after two centuries, the church finally took back the statement and approves Copernicus’ theory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galileo Galilei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://blogasarea.files.wordpress.com/2011/02/galileo-sustermans2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" rba="true" src="http://blogasarea.files.wordpress.com/2011/02/galileo-sustermans2.jpg" width="265" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;21 years after Copernicus’ death, Galileo was born in Pisa, Italy. He was the first son of six siblings. His father was a musician and a scientist. He had been to the monastery to be a monk for some time, but due to his family’s economic condition, his father told him to get a job and help the family. So he went to the University of Pisa and learnt Pharmacy. Besides that, he also studied math and astronomy. In the age of 25, he had already been a math professor in the University of Pisa. One day, he invented a machine that can help us look over long distances. He called it the “Telescope”. When he looked from his telescope, he found out that Jupiter is revolved by its 4 moons. This made him believe the theory of Copernicus and supports it by his discovery. And just like what they did to Copernicus, the Church decided that Galileo was deviate and held him in a prison for the rest of his life. He died in his prison cell by the age of 77.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William Shakespeare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bbc.co.uk/history/historic_figures/images/william_shakespeare.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" rba="true" src="http://www.bbc.co.uk/history/historic_figures/images/william_shakespeare.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Who doesn’t know about the famous drama, Romeo and Juliet? It was created by William Shakespeare. William Shakespeare was born in 1564 in Stratford-Upon-Avon, Warwickshire, England. When he was 18, he married Anne Hathaway, which was 18 years older than him. They had 3 children, Susannah, and the twins, Hammet and Judith. Unfortunately, Hammet died in the age of 11 because of her sickness. Nobody knew his job when he was in the age of 20, but in 1592, he became an actor and a scriptwriter in Lord Chamberlain’s Men, a theatre company. Seven years after his death in 1616, his friends published Shakespeare’s drama collection, in 1 book. It contains 37 of Shakespeare’s drama scripts, such as the famous Romeo and Juliet, Hamlet, Macbeth, and Othello. His drama scripts, Julius Caesar and Anthony and Cleopatra uncovered the dark Roman History.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These are the people who had given their contribution to the world. Now it’s our turn to expand the knowledge from them to build the better world. To make this world not only a modern, but a better place to live. (Dee, Edu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: Student’s Oxford Encyclopedia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Jurnalistik Van Lith Divisi Bahasa Inggris: Nimzo&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-874433203518996506?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/874433203518996506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/mindset-breakers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/874433203518996506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/874433203518996506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/mindset-breakers.html' title='Mindset Breakers'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-4837543537954611496</id><published>2011-07-17T11:10:00.000+07:00</published><updated>2011-07-17T11:10:10.033+07:00</updated><title type='text'>Laporan OPP</title><content type='html'>OPP Solo: Penyiar Berita Televisi (TATV)&lt;br /&gt;5-11 Juni 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:  Stephanie Putri Diasti / XII A2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Catatan Harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari  Pertama: 5 Juni 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu akhirnya kami sampai di kota Solo.  Kami sampai di Solo sekitar jam 10.00 pagi. Kami langsung disambut di  kampus SMP PL Bintang Laut Surakarta oleh para orangtua murid, baik yang  sudah alumni, maupun yang masih bersekolah di SMA PL Van Lith. Kami pun  diberi briefing oleh para orangtua murid, bagaimana kami “bertahan  hidup” di kota Solo. Banyak wejangan yang mereka berikan, yang berguna  bagi kami, baik selama OPP maupun di kehidupan kami kelak.&lt;br /&gt;Setelah  itu kami diantar oleh orangtua murid ke rumah orangtua asuh kami  masing-masing. Saya bersama Dipna segera diantar ke daerah Mojosongo.  Kami berdua ternyata satu rumah, dan Ganang yang juga OPP di TATV  tinggal di rumah orangtua murid. Kami tinggal di rumah Pak Sutarso.  Beliau bukan orangtua murid, namun rumah beliau sering ditempati oleh  anak-anak Van Lith yang OPP di Solo.&lt;br /&gt;Hari itu kami hanya berdinamika  dengan orang-orang rumah saja. Besoknya, hari Senin (6/6) baru lah kami  ke TATV untuk mulai belajar. Kami mengetahui bahwa Bapak dan Ibu Sutarso  mempunyai tiga orang anak. Mbak Ella, sudah menikah, sekarang mengajar  di Semarang. Mas Akuh juga sudah kerja di Semarang, dan yang terakhir  Mbak Magda, sudah menikah dan bekerja di Solo.&lt;br /&gt;Keluarga Pak Sutarso  sangat hangat dan menyenangkan. Mereka adalah orang-orang Katolik yang  taat. Terlihat saat makan bersama, pasti mengawali dan mengakhiri dengan  doa. Bahkan kami diajak untuk ikut memimpin doa, juga ikut doa bersama  di lingkungan. Tentu kami ikut ajakan mereka. Tiap pulang dari TATV,  kami segera mandi dan ikut kegiatan di lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kedua: 6  Juni 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kami mulai berangkat ke TATV. Kami mendapat  instruksi untuk datang ke TATV jam 8 pagi. Maka kami sudah siap di TATV  jam 8. Begitu datang ternyata kami diminta untuk menunggu. Pertama-tama  kami ditemui oleh manajer dari TATV. Ternyata kami ditawari untuk  mengikuti audisi Presenter di Solo Square, pada hari Sabtu (9/6). Karena  hanya saya yang berniat untuk menjadi Presenter, maka saya yang  akhirnya menyanggupi tawaran tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa selang waktu  kemudian, kami bertemu dengan Manager HRD TATV. Kami dijelaskan kalau  nanti kami akan dibimbing oleh salah satu produser bagian News. Beliau  adalah Mas Widi. Kami juga diperkenalkan oleh asistennya yaitu Mbak  Tika. Mereka menjelaskan kami bagaimana proses pencarian berita oleh  wartawan, sampai akhirnya diterima oleh pemirsa di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian  bagan News Production di Televisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagram 1. Produksi  Berita Televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diagram tersebut dapat disimpulkan bahwa  tugas-tugas presenter adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt; Voice Over (merekam  pembacaan berita untuk dijadikan latar video berita)&lt;br /&gt; Membacakan  Lead berita untuk pemirsa.&lt;br /&gt; Melayani pemirsa kalau ada telepon  interaktif.&lt;br /&gt; Mewawancarai ketika kedatangan narasumber.&lt;br /&gt;  Membawakan acara berita dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga diberitahu  syarat-syarat untuk menjadi Presenter oleh Mas Widi dan Mbak Tika:&lt;br /&gt;  Dapat membaca berita dalam intonasi yang tepat, dan tempo yang cepat.&lt;br /&gt;  Mempunyai suara yang jernih dan bagus, juga tegas.&lt;br /&gt; Saat acara  berita berlangsung dapat membawakan acara dengan senyum dan santai.&lt;br /&gt;  Berpenampilan bersih, rapi, smart, dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu  juga saya mendapat kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan Mas Henry,  salah satu presenter TATV. Ia membawakan “Kabar Gasik”, semacam  “Breaking News” yang ditayangkan setiap jam dari pukul 10.00-13.00.  Ternyata dia baru satu bulan bekerja sebagai presenter di TATV, jadi ia  mengaku masih baru dalam dunia pertelevisian. Namun, ia sudah lama  menjadi announcer di radio, sehingga ia sudah terlatih untuk berbicara  cepat dan jelas. Memang biasanya sebelum menjadi presenter televisi,  kebanyakan para presenter berkarya dahulu di radio, barulah terjun ke  televisi.&lt;br /&gt;Saya bertanya kepadanya bagaimana cara membangun percaya  diri untuk dapat tampil di televisi. Katana kita harus bisa menganggap  kritik sebagai teman dan jadi masukan yang bagus untuk kita untuk  menjadi lebih baik. Kita juga baiknya tampil apa adanya saja, penampilan  tidak usah terlalu menor atau mewah, karena kalau kita punya talenta  dan mau mengembangkannya, pasti kita bisa menjadi presenter yang baik.&lt;br /&gt;Mas  Henry juga mengajari saya untuk memperhatikan kata-kata inti pada  kalimat. Karena pada kata-kata itulah, penekanan intonasi dan nada saat  pembacaan berita dilakukan. Misalnya pada kalimat, “Banjir kanal datang  dari Bogor Sabtu malam ke Jakarta.” Penenkanannya menjadi seperti ini,  “BANJIR kanal datang dari BOGOR Sabtu malam ke JAKARTA.” Jadi bisa  dibilang kalau kata-kata inti di sini maksudnya adalah kata-kata yang  sekiranya menarik bagi pemirsa. Kata-kata penjelas yang akan membuat  pemirsa mengerti akan berita yang disampaikan, meskipun pemirsa hanya  mendengar sekilas-sekilas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ketiga, 7 Juni 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari  ini saya bertemu dengan presenter wanita, namanya Mbak Arin. Ia adalah  presenter berita kriminal yang programnya dinamakan “Kecrek”, tayangnya  setiap sore. Ia menjelaskan bagaimana sikap tubuh yang baik saat  membacakan berita di depan kamera.&lt;br /&gt;• Sikap tubuh harus tegak dan  tegap saat di depan kamera. Tidak bungkuk agar tidak dianggap rendah  diri, tidak terlalu tegap untuk agar tidak dianggap menantang.&lt;br /&gt;• Saat  membacakan berita sambil duduk, pundak bisa bebas bergerak-gerak untuk  menggerakkan tangan, sehingga presenter dapat lebih ekspresif dalam  menyampaikan berita.&lt;br /&gt;• Saat membacakan berita sambil berdiri, yang  bergerak cukup lengan bawah saja.&lt;br /&gt;• Mimik wajah yang digunakan saat  menyampaikan berita:&lt;br /&gt;o Gembira/berita ringan: senyum&lt;br /&gt;o Duka/berita  bencana: mata sedih&lt;br /&gt;o Serius/ berita yang tidak biasa (misalnya  berita kembar siam): dahi berkerut-kerut&lt;br /&gt;Lalu hari itu saya diajak  Mas Widi untuk mencoba Voice Over. Dari hasil rekaman suara saya, Mas  Widi berkomentar bahwa dengan lebih banyak berlatih, saya dapat  membacakan berita dengan baik. Saya butuh latihan untuk menjaga nada  suara untuk tetap datar, karena pada pembacaan berita tidak dibutuhkan  suara dengan nada yang terlalu variatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Keempat: 8 Juni  2011&lt;br /&gt;Saya bertemu dan dimentori lagi oleh Mbak Arin hari ini. Saya  diajaknya untuk VO dan siberi tips-tips agar pembacaan yang dihasilkan  dapat bagus dan diterima pemirsa dengan baik. Sebetulnya cara membaca  suatu berita itu berbeda-beda, tergantung jenis berita yang dibacakan.  Berikut cara-cara membaca berita, dibedakan menurut jenis berita yang  akan dibacakan.&lt;br /&gt; Straight News (berita serius): cepat, tegas, rata.&lt;br /&gt;  Soft News (kabar baik/berita gembira): nada membaca boleh lebih  bervariasi pada kata-kata yang butuh penekanan.&lt;br /&gt; Feature  (humaniora): pembacaan boleh dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;Mbak Arin juga  memberikan penjelasan mengenai riasan yang dipakai presenter untuk  tampil di TV. Make up yang digunakan memang tebal, berhubung lighting  yang luar biasa di studio chromacy (studio dengan latar belakang hijau  untuk di-edit sesuai keinginan). Kalau terlalu tipis, nanti di kamera  tidak kelihatan. Baju yang digunakan juga yang rapid an aksesoris yang  digunakan tidak usah terlalu mencolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kelima: 9 Juni 2011&lt;br /&gt;Hari ini cukup istimewa, karena kami diajak untuk siaran secara off-air  di Balai Kota Surakarta. Ternyata untuk siaran off-air seperti itu  butuh bus yang memuat alat-alat pemancar untuk diterima studio TV.  Sembari menunggu waktu siaran, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan Mas  Seno, presenter yang bertugas hari itu. Ia memberikan saya hal-hal yang  dapat dijalani untuk membawakan acara berita off-air tanpa prompter.&lt;br /&gt;1.  Berusaha untuk tenang dan fokus sehingga bisa konsentrasi, meskipun  suasana tidak setenang seperti biasanya di studio.&lt;br /&gt;2. Wajib menatap  kepada pemirsa (kamera) pada saat opening, closing, akhir Lead berita,  dan pengantar sebelum jeda iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Seno juga mengajarkan  susunan opening, closing dan teasing sebelum iklan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; OPENING:  [SALAM]/// [INTI ACARA]/// [NAMA PRESENTER]/// [NAMA ACARA]///&lt;br /&gt;  CLOSING: [WAKTU SUDAH SELESAI]/// [UCAPAN TERIMA KASIH]/// [NAMA  PRESENTER]/// [NAMA ACARA]///&lt;br /&gt; TEASING: [JUDUL BERITA  SELANJUTNYA]/// [PENGANTAR IKLAN]///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Keenam: 10 Juni  2011&lt;br /&gt;Hari ini saya mengikuti Presenter Hunt yang waktu itu saya  sanggupi. Saya ke Solo Square diantar oleh PAVALI Solo 18. Saya sudah  berusaha sebisa saya, namun memang untuk riasan saya tidak mempersiapkan  secara matang. Jadi saya tidak mendapat apa-apa dalam kompetisi  tersebut. Namun saya mendapat pengalaman membacakan berita di depan  kamera, langsung dan ditonton oleh banyak orang. Ternyata membutuhkan  kepercayaan diri yang tinggi dan konsentrasi yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan  Reflektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah saudara sudah menemukan panggilan hidup dari  banyak pilihan untuk masa depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya sudah menemukan  panggilan hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila sudah, bidang profesi apa yang  menjadi panggilan hidup saudara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berencana untuk bekerja di  bidang komunikasi, terutama dunia Broadcasting. Banyak pilihan pekerjaan  di bidang tersebut, namun saya paling tertarik untuk menjadi Presenter  Berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bila belum, apa yang... (tidak perlu dijawab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Apakah yang sudah saudara siapkan dan yang akan disiapkan untuk  menjawab panggilan atau cita-cita saudara tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah  dua kali ikut lomba Presenter Berita. Meskipun belum pernah berhasil  menjadi juara, namun saya bisa dibilang sudah punya bekal pengalaman dan  pengetahuan. Saya juga konsisten dalam memilih bidang OPP yang dulu  saya ikuti yaitu Presenter Berita. Saya merasa sudah cukup pengalaman  itu untuk sekarang. Nanti saya akan kuliah Ilmu Komunikasi untuk  memperdalam ilmu mengenai bidang ini dan akan banyak magang di berbagai  stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hal-hal apa yang mendorong untuk menggeluti  panggilan hidup yang saudara temukan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan saya  terhadap media dan keinginan saya untuk mengedukasi masyarakat lewat  informasi mendorong saya untuk menggeluti profesi sebagai awak media,  khususnya Presenter Berita&lt;br /&gt;6. Apakah panggilan hidup atau cita-cita  saudara tersebut berguna bagi hidup masyarakat? Jelaskan jawaban  saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita saya ini berguna bagi orang-orang yang  membutuhkan informasi secara cepat mengenai isu-isu publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Apakah saudara menemukan informasi dan fakta yang menguatkan panggilan  profesi saudara di masa yang akan datang, ataukah justru sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  diberitahu oleh orang TATV kalau modal suara saya sudah cukup bagus,  tinggal mengembangkannya saja. Saya sebetulnya waktu lomba presenter di  Jogja sempat masuk semifinal, namun karena bencana Merapi, saya terpaksa  pulang ke Bekasi dan tidak dapat melanjutkan lomba tersebut. Pada  dasarnya saya orangnya suka ngomong dan cukup berani untuk tampil di  depan banyak orang. Saya yakin apabila saya berusaha, saya mampu untuk  mencapai impian saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Source: http://dizftrq.blogspot.com/&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-4837543537954611496?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/4837543537954611496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/laporan-opp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/4837543537954611496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/4837543537954611496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/laporan-opp.html' title='Laporan OPP'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-1174277438984351264</id><published>2011-07-17T11:07:00.002+07:00</published><updated>2011-07-17T11:07:58.161+07:00</updated><title type='text'>Orientasi Panggilan Profesi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Sekarang  diz lagi di Solo nih. Diz tinggal di SOLO selama 5-11 Juni ini dalam  rangka menjalani &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orientasi Panggilan  Profesi. &lt;/span&gt;Salah satu acara Van Lith yang gak ada habisnya dan  aneh-aneh. :"p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, Orientasi Panggilan Profesi yang biasa  disingkat OPP ini gunanya supaya kami anak-anak Van Lith bisa mengerti  bagaimana beradaptasi dengan lingkungan kerja tempat kami bakalan kerja.  Misalnya temennya diz nih namanya Nandit, kan dia mau jadi novelis,  nah, dia ditempatin sama sekolah di Bandung, buat ketemu sama seorang  novelis dan ikut si novelis itu ke setiap kegiatan. Asik bener itu si  Nandit. Ternyata novelis yang dia tumpangi itu temennya si Luna  Torashyngu! Dan... nanti Nandit dijanjikan bakal ketemu si Luna  Torashyngu! Asik banget! :"D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, kata Nandit Luna Torashyngu  emang beneran cowok lho. Diz udah denger-denger sih. Tapi diz rada gak  percaya. Ternyata bener. Coba deh cek di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a com="http://www.facebook.com/luna.trsyg" href=""&gt; Facebook Luna Torashyngu.  &lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Di  situ ada keterangan dia married ama cewek, profpic-nya foto anaknya tuh.  Kata Nandit namanya Luna. :"D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Eh? Kalo diz sendiri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Hehehe *ehem*, well, diz kan udah post di sini kalau diz  pengen, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt;ngebet banget &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;buat  jadi penyiar televisi. Jadinya diz ditempatin di TATV, salah satu TV  lokal Solo. Di sini diz ditempatin sama 2 temen diz. Pertama si Ganang  yang mau jadi Broadcaster, juga sama si Dipna yang mau jadi Wartawan TV.  Tapi katanya sih si Dipna jadi tertarik sama artistik panggung tuhhh.  *colek dipna*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diz belajar banyaaaakkk banget. Mulai dari kerjaan  presenter selain siaran, dan juga cara-cara jadi presenter yang baik.  Makasih banget deh diz sama mbak2 dan mas2 di sana. Teruatama mbak2 dan  mas2 presenternya yang cakeup-cakeuuuppp!! u,u hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian  dulu, doain ya biar diz bisa jadi penyiar berita TV! :"D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V,&lt;br /&gt;dia...Z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;i&gt;Source: http://dizftrq.blogspot.com/&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-1174277438984351264?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/1174277438984351264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/orientasi-panggilan-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/1174277438984351264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/1174277438984351264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/orientasi-panggilan-profesi.html' title='Orientasi Panggilan Profesi'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-3979290555105545528</id><published>2011-07-17T11:06:00.002+07:00</published><updated>2011-07-17T11:06:48.964+07:00</updated><title type='text'>Mulailah dengan Mimpi (Studi Banding Vlodz dengan Swaragama FM)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Pada hari Kamis tanggal 10  Maret 2011 yang lalu, sepulang sekolah anak-anak anggota crew Vlodz  segera naik bus carteran menuju Yogyakarta. Memang pada hari itu Van  Lith mengadakan acara studi banding Jurnalistik Van Lith (JVL) dan Vlodz  ke Kompas Jawa Tengah untuk JVL dan Swaragama FM untuk Vlodz. Tujuan  acara ini supaya anak-anak yang tergabung dalam JVL dan Vlodz dapat  mengetahui bagaimana mengelola majalah dan radio secara profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan  saya sebagai penyiar (sebutan kerennya, DJ) Vlodz ikut studi banding ke  Swaragama FM. Sebetulnya saya juga diberi kesempatan untuk ke Kompas  Jawa Tengah, karena saya juga adalah seorang reporter Nimzo yang  tergabung dalam JVL. Namun, saya lebih tertarik dengan dunia radio  dibandingkan dengan dunia media cetak, maka saya ikut dengan crew Vlodz  ke Swaragama FM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada beberapa crew Vlodz yang merangkap  JVL seperti saya, maka tidak semua anggota crew Vlodz ikut ke Swaragama,  seperti Vania, Judith dan Norma, yang lebih tertarik untuk ke kantor  Kompas Jawa Tengah. Saya tidak menyesali keputusan saya ini, karena  ternyata kunjungan ke Swaragama FM ini menyenangkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai  di kantor Swaragama FM, kami dipersilahkan menempati suatu ruang  pertemuan. Di sana kami diberi minum dan dibagikan majalah My Magz,  gratis. Kemudian kami mengetahui bahwa My Magz merupakan majalah yang  masih merupakan proyek sampingan dari Swaragama FM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya  kami tidak diberikan presentasi macam-macam. Kami pertama-tama  dikenalkan oleh para narasumber. Narasumber kami yang pertama adalah  seorang Manager Production Director Swaragama FM, kami memanggilnya Mas  Boma. Ada juga Mbak Ayu, salah satu DJ Swaragam FM, lalu Mas Deka yang  ternyata Editor in Chief majalah My Magz yang saat itu sedang kami  pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Daripada kami menguliahi kalian bagaimana Swaragama,  lebih baik langsung saja kita tanya jawab. Tanya apa aja boleh, kalau  bisa kami pasti langsung jawab,” kata Mas Boma waktu itu. Maka kami  langsung saja mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar Swaragama, dan  pengelolaan radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil tanya jawab itu kami mendapatkan  wawasan bahwa suatu siaran yang baik harus direncanakan dan dilaksanakan  dengan baik. Setiap selesai siaran, penting juga untuk evaluasi, agar  ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi. Perlu juga mempromosikan suatu  acara dan mempersiapkan teknis acara itu dengan maksimal, supaya  hasilnya maksimal pula. Untuk kebutuhan promosi itulah, My Magz dibuat  oleh Swaragama, yang ternyata juga sering memuat profil penyiar dan  ulasan program-program di Swaragama FM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Medi, salah satu  Music director Vlodz menanyakan lagu-lagu apa yang sekarang digandrungi  orang banyak. Ternyata, lagu-lagu yang sering di-request oleh pendengar  Swaragama FM 70% merupakan lagu-lagu Indonesia. Meskipun para narasumber  kami berpendapat bahwa musik Indonesia masih butuh banyak perkembangan  dan perbaikan, namun kenyataannya masyarakat lebih menyukai lagu-lagu  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau selera pendengar kami memang seperti itu. Nah,  permasalahannya apa pendengar kami sama seperti pendengar kalian? Tentu  anak Van Lith selera musiknya mungkin beda, dong. Yang tahu ya kalian  sendiri anak Van Lith. Maka kalian sebagai radio harus menjalin  komunikasi yang baik dengan pendengar kalian. Acara request itu ya  gunanya supaya kami tahu selera musik pendengar kami dan kami dapat  membuat chart,” cerita Mbak Ayu sambil memberi saran. Narasumber kami  juga memberi saran untuk menyesuaikan lagu dengan waktu siaran. Misalnya  kalau pagi, putarlah lagu pembangkit semangat, atau yang slow untuk  menambah kenyamanan suasana pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau siang juga dianjurkan  lagunya yang slow untuk menemani orang-orang yang sudah mulai kelelahan  bekerja atau bersekolah dan kelaparan. Kalau kita ngasih lagu-lagu rock,  bisa-bisa emosi mereka, channel kita diganti deh,” kata Mas Boma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  juga sempat bertanya kepada Mbak Ayu, penyiar senior Swaragama. Saya  waktu itu menanyakan bagaimana menjadi penyiar yang menarik dan disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak  Ayu mengatakan bahwa menjadi penyiar itu sebaiknya santai, supaya  pendengar tidak terbawa emosi oleh suara si Penyiar. Suara penyiar juga  diusahakan untuk enak didengar. Penyiar juga membawakan acara harus  sesuai dengan bahan siaran. Jangan pertamanya mebicarakan tempat makan,  lalu melenceng menjadi membicarakan politik. Itu tidak baik dan  pendengar akan bingung dibuatnya. Penyiar yang menarik itu juga biasanya  penyiar-penyiar yang jago melucu, sehingga membuat suasana menjadi  segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu nyantai membawakan acara kamu, maka nanti kamu  akan terbawa sendiri sampai bisa membawakan acara kamu dengan asyik dan  nyambung sama para pendengar. Mungkin ada beberapa orang yang gak suka  sama siaran kamu, tapi selama masih ada 2/3 dari para pendengar yang  suka sama siaranmu, minimal bilang kalau siaran kamu bagus, itu udah oke  kok. Santai saja, karena memang tidak semua orang, tidak semua konsumen  bisa dipuaskan,” kata Mas Deka yang ternyata dulu juga salah satu DJ di  Swaragama FM memberi saran dan nasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucky sang Producer  menanyakan sebetulnya apa saja yang bisa dijadikan bahan siaran. Para  narasumber memberitahu kami kalau para pendengar senang apabila bisa  dilibatkan dalam siaran. Maka kami dianjurkan membuat program-program  yang bisa berinteraksi dengan para pendengar. Misalnya games, wawancara,  request dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kira-kira hasil tanya jawab  kami dengan Swaragama FM. Interaktif dan mengasyikan, sehingga cukup  lama juga kami bertanya jawab, sekitar satu jam. Setelah itu kami dibawa  tur keliling Swaragama. Kami melihat sendiri proses pembuatan iklan  radio, dan juga melihat acara Sunset Drive yang hari itu sedang  berlangsung. Dalam acara itu, Rino dan Medi sempat berbicara on-air,  disiarkan langsung oleh Swaragama. Ternyata, acara Sunset Drive yang  dipandu Fania Zetira dan Teddy Muslich itu diulas dalam majalah My Magz  yang saat itu sedang kami pegang. Kami juga sempat berfoto-foto dengan  Fania Zetira dan Teddy Muslich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkeliling-keliling,  kami kembali ke ruang pertemuan. Di ruang pertemuan kami mengucapkan  terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Swaragama yang telah  bermurah hati mengizinkan kami belajar macam-macam dari mereka. Kami  memberikan piagam Van Lith sebagai kenang-kenangan. Lalu, ternyata ada  kejutan menyenangkan buat Vlodz. Kami diberi oleh Swaragama FM 10 keping  CD album musik, beserta bocoran chart musik dalam dan luar negeri yang  sungguh berguna buat referensi kami. Mereka memang luar biasa murah  hati. Kami jadi ingin membawa Vlodz menjadi seperti Swaragama FM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian  kalau mau usaha pasti bisa. Swaragama juga awalnya radio kuliah  mirip-mirip kalian kok. Swaragama bisa menjadi besar seperti ini juga  awalnya sebuah mimpi. Memang sulit perizinannya segala macem buat  mewujudkannya, tapi kalau kalian mau dan ada usaha, pasti kalian bisa.  Nanti kami bantu dengan doa. Hehehe,” kata Mas Boma ketika Rino  mengutarakan impian kami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ber-sayonara, kami pun  akhirnya kembali naik bus, pulang ke Muntilan. Sungguh, meskipun hanya  beberapa jam, kami merasa sudah belajar banyak sekali dari Swaragama FM.  Saya berharap semoga dengan wawasan kami yang bertambah ini dapat  membuat kami semakin baik dalam menjalankan Vlodz. Memang masih sebuah  mimpi untuk mewujudkan Vlodz menjadi sebanding dengan Swaragama FM,  namun semoga mimpi yang baru dimulai ini dapat diwujudkan di kemudian  hari.  (Dee)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kata mereka tentang Studi Banding Vlodz ke  Swaragama FM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seneng banget karena sebetulnya sebagai  producer radio, aku jarang dengerin radio, dulunya gak gitu ngerti  tentang radio. Tahu-tahu dapet kesempatan kayak gini, dapet pengetahuan  banyak tentang radio. Aku jadi berangan-angan buat ngebikin Vlodz jadi  kayak mereka (Swaragama-red).&lt;br /&gt;Lucky XIA2, Producer Vlodz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acaranya  lancar dan menyenangkan.&lt;br /&gt;Carina X-5, Creative Team Vlodz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bikin  kita jadi lebih mengerti mau dikemanakan Vlodz ke depannya, orang lain  jadi lebih mengerti Vlodz, komunikasi dengan pendengar jadi lebih  terjalin.&lt;br /&gt;Ronny Barus X-4, Executive Manager Vlodz&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;i&gt;Source: http://dizftrq.blogspot.com/&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-3979290555105545528?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/3979290555105545528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/mulailah-dengan-mimpi-studi-banding.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/3979290555105545528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/3979290555105545528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/mulailah-dengan-mimpi-studi-banding.html' title='Mulailah dengan Mimpi (Studi Banding Vlodz dengan Swaragama FM)'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-2022189263164962536</id><published>2011-07-17T11:05:00.000+07:00</published><updated>2011-07-17T11:05:20.094+07:00</updated><title type='text'>Retret Kesadaran dan Keterlibatan Sosial</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Ini adalah salah satu kegiatan tahunan di Van  Lith Muntilan Senior High School and Dormitory. Kegiatan yang disingkat  RKKS ini membuat siswa-siswi Van Lith terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan  yang dianggap remeh masyarakat. Misalnya pelayan, pemulung, buruh,  kuli, dsb. Kami juga tinggal di rumah para pelayan/pemulung/ buruh/ kuli  itu, jadi langsung merasakan bagaimana hidup sebagai mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Err, biar  jelas, RKKS bisa dibilang nama lain dari &lt;strong style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Live-In. &lt;/strong&gt; ^^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Lanjut.  Jadi, waktu itu diz diberitahu kalo diz ditempatkan di SOLO. Ya oloh,  sumpah, saya gak punya sodara/siapa2 di solo, mampir juga gak pernah,  cuma sekedar lewat juga enggak! Langsung deg2an ngebayangin nasib saya  di sana. Tapi ya diz nyantai aja lah. Kalo dibawa pikiran ntar pusing  sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Kami naik bus rame2 ke Solo. Sampai di Solo  hari Minggu jam 11-an siang. Kami turun di terminal Tirtonadi, lalu  dijemput mas2 PAVALI buat ke Wisma Mahasiswa Solo. (FYI: PAVALI  singkatan dari Paguyuban Van Lith, isinya alumni2 Van Lith. Gak cuma  sekedar buat kumpul kangen, tapi juga bergerak dalam bidang sosial.  Misalnya nih usaha &lt;em style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;recovery  &lt;/em&gt; daerah2 yang kena bencana merapi kemaren. Yang bikin posko merapi  di sekolah dulu juga PAVALI, lho. PAVALI juga bantuin sekolah buat  bikin acara kayak RKKS ini. Btw, saya udah gak sabar jadi PAVALI! Ayo  dong Tuhan, cepetan lulus.... &amp;gt;,&amp;lt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Oya, kami  juga ketemu sama Pak Baluk ama Sr. Ariati, Pendamping di Solo. Tiap kota  emang ada satu Pendamping yang ngawasin. Kota2 tempat RKKS itu ada  Magelang, Yogya, Semarang dan Solo. (FYI: guru2 di Van Lith disebut  "Pendamping". Jadi kami belajar "didampingi" bukan "digurui". ;"p)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Terus di  Wisma Mahasiswa kami istirahat, abis itu briefing. Ada 31 anak Van Lith  yang live-in di Solo. Cewek2nya klo saya gak salah ada saya, Tala, Vero,  Imel, Sari, Tika, Ridha, Wenita, Asih, Lisa, dan Bela. Cowok2nya saya  lupa. Maklum, populasi cowok di Van Lith emang berlebih. Saya ingetnya  cuma beberapa yang "bernasib sial" aja...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Contohnya  Pedro. Waktu istirahat ada mas2 PAVALI nggeletakin kertas pembagian  kerjaan gitu aja. Nah, si Pedro ini ngintip. Ternyata dia jadi penjual  jamu keliling. Dia udah seneng tuh dapet kerjaan yang radha mending.  Tapi pas briefing, ternyata kerjaannya diganti jadi &lt;strong style="line-height: 16px;"&gt;&lt;span _mce_style="text-decoration: underline;" style="line-height: 16px; text-decoration: underline;"&gt;Pemulung.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Jadi  kawan, gak usahlah ngintip hal2 yang bukan hak anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Terus ada  juga temenku si Chandra. Dia jadi penjaga malam di GOR nemenin satpan  yang udah ada di sana. Nah, dia tuh udah dipesenin buat hati2, jangan  ampe ngagetin bapaknya yang kayaknya punya penyakit jantung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Bayangin  waktu Chandra jaga malem2, terus "ada yang lewat", terus dia kaget,  terus ngangetin bapaknya. Bisa berabe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Untungnya,  itu gak terjadi. ;"p&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Dan saya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Saya jadi pelayan warung makan.  Ibu di tempat saya live-in baik banget dah sumpah. Saya jadi terharu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Tapi ya..  ternyata capek juga bolak-balik beresin meja, nyuci piring segunung...  @.@&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Moga2 kerjaan kayak gini, suatu saat lebih  dihargai kayak di negara2 lain yang ngehargain banget kerja tangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Oya  temen2, klo makan di restoran, warung makan, maupun di rumah dihabisin  ya makanannya. Saya sakit ati sendiri ngebuang makanan2 sisa. Sayang!  Mari kita bersyukur masih bisa makan dengan menghargai dan menghabiskan  makanan. Masih banyak sesama kita di luar sana yang mati kelaparan, yang  musti ngais2 sampah cuma buat makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Keep  smiling, keep praying, and thank the Lord!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;V,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;dia...Z&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; font-size: 11px; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;i&gt;Source: http://dizftrq.blogspot.com/&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-2022189263164962536?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/2022189263164962536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/retret-kesadaran-dan-keterlibatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2022189263164962536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2022189263164962536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/retret-kesadaran-dan-keterlibatan.html' title='Retret Kesadaran dan Keterlibatan Sosial'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-2832897363061590442</id><published>2011-07-17T11:03:00.000+07:00</published><updated>2011-07-17T11:03:14.340+07:00</updated><title type='text'>Pasca Merapi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Nih, diz menulis ini di kota  Muntilan tercinta yang sempat diz tinggalkan beberapa minggu yang lalu  selama beberapa minggu karena adanya bencana letusan Gunung Merapi.  Jadi, tanggal 4 November yang lalu Merapi kan njebluk. Sekolah diz, Van  Lith Muntilan Senior High School Dormitory, menyuruh semua  murid-muridnya ninggalin sekolah, tapi harus dijemput pake mobil. Emang  sih, gila aja kalo waktu itu pake motor, debu mabul-mabul, jarak pandang  paling cuma berapa meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya udah, diz bareng beberapa temen  numpang mobil om-nya tmen diz, namanya Annie. Annie nganter diz sama  temen diz yang namanya Icha ke rumah eyangnya Icha di Jogja. Nginep diz  di rumahnya Icha semalem. Terus besok paginya ada berita jarak aman jadi  25 km, rumahnya Icha 27 km... Yahh... say good bye lah saya ke  keluarganya Icha yang ke Wonosari, diz ke rumah mbahnya diz di Wates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya  ortu diz lagi di Purwokerto ada acara. Ya udah, mereka langsung ke  Wates jemput diz buat ke Bekasi. Nah, si Icha ikutan pulang, jadi Icha  ke rumah mbahnya diz, terus kami bareng2 ke Bekasi (Icha ke Jakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  itu, ada beberapa temen2 diz yang nggak pulang kemana-mana. Temen2 diz  yang cowok, berani dan gagah perkasa bersama beberapa alumni yang di  Jogja membangun posko di Van Lith. Wah, pokoknya cerita mereka seru  banget deh. Dari menghadapi pengungsi yang banyak maunya, kekurangan  logistik, kelebihan logistik, dan yang paling bikin diz ikutan ngeri  waktu jarak aman jadi 25 km. Padahal sekolah diz 18 km. Wah, diz  diceritain mereka rada pusing juga mikirin mengungsikan pengungsinya  gimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, pokoknya semuanya udah berakhir. Muntilan sudah  mulai menghijau lagi setelah beberapa waktu pemandangannya abu-abu  melulu, bikin sakit mata. Thanks God...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, selama 2 minggu diz  di Bekasi, diz gak cuma diem di rumah lhoo... Sekolahnya diz udah  koordinasi sama Depdiknas supaya murid-muridnya bisa sekolah di sekolah  mana aja. Kan murid2 Van Lith dari macem2 daerah, ya udah kami sekolah  di tempat pengungsian masing2. Diz ditempatin di SMA Negeri 1 Bekasi.  Temen2 di sana ramah2 dan baik2, seru2 pula. Pokoknya diz betah2 aja  sekolah di sana. Tapi kewajiban dan kecintaan diz sama Van Lith membuat  diz balik lagi ke muntilan, kota sederhana tercinta ini, meskipun  kadang2 diz jenuh sama Van Lith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada orang yang bener-bener  sayang sama sekolahnya atau bener-bener benci sama sekolahnya. Yang ada  orang yang bener-bener sayang sekaligus bener-bener benci sama  sekolahnya. :"P&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-family: courier new; font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;I Hate Van Lith 100%, I Love Van  Lith 100%, I "heart" Van Lith 200%. :"D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, di Muntilan kan  kena ujan pasir. Wah pokoknya pasir melimpah banget di jalan-jalan di  halaman. Tapi kayaknya gak bisa buat di&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-family: courier new; font-weight: normal;"&gt;bikin bangunan deh. TT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung sekarang udah musim ujan,  jadi gak terlalu berdebu lah. Debunya larut dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun  di sini semua udah mendingan, tapi buat temen2 yang masih mau ngirim  bantuan gak usah ragu lho.. Soalnya masih banyak saudara2 kita yang di  lereng merapi yang kehilangan harta bendanya. Kalo mau kirim aja ke  sini:&lt;/span&gt;&lt;span class="UIIntentionalStory_Names" ft="'{"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Rekening POSKO VL PEDULI MERAPI : BRI  a.n Br. Albertus Haryadi rek: 0251-01-013946-505 Mandiri  137-00-0648100-2 Martinus Satriyo Hadiwibowo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan kalian gak pernah  telat! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merapi... Seratus tahun lagi ya sampe kayak kemarin  lagi...&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;V,&lt;br /&gt;dia...Z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;i&gt;Source: http://dizftrq.blogspot.com/&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-2832897363061590442?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/2832897363061590442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/pasca-merapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2832897363061590442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/2832897363061590442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/pasca-merapi.html' title='Pasca Merapi'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5305989134023712444.post-3903113988128168309</id><published>2011-07-17T11:01:00.000+07:00</published><updated>2011-07-17T11:01:07.783+07:00</updated><title type='text'>Homestay Van Lith Muntilan SHSD Gen. XIX, Gantang- Kadileben, Sawangan</title><content type='html'>Waa, seru bgt deh kmaren homestay di Desa Gantang. Diz ampe ketagihan  dan pengen balik lagi. Bener2 pengalaman sekali seumur hidup yang tak  terlupakan! &amp;gt;.&amp;lt;&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-1037562187680699290"&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;kegiatan tahunan khusus kelas X Van Lith  Senior High School Dormitory, sebagai pengisi waktu libur saat kakak2  kelas XII pada UN.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;yaitu, anak2 kelas X Van Lith SHSD diwajibkan  untuk menginap di rumah penduduk yg KLMT (Kecil Lemah, Miskin dan  Tersingkir) di daerah pedesaan, dgn tujuan anak2 Van Lith ikut ngerasain  gmn hidup sebagai orang yg KLMT.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Nah, Klo di-Indonesiakan,  "homestay" kira2 artinya "tinggal di rumah"... (^^'?)&lt;br /&gt;Yahh, gitulah  kira2 definisi dari "homestay".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...&lt;br /&gt;Hari Minggu, tgl 21  Maret, aku bareng tmen2 seangkatanku ank. 19 naik TRUK (sekali lagi  TRUK) (baru pertama kali saya naik truk. Sensasinya gimanaa gitu.) Kami  "diangkut" ke daerah Sawangan. Ada 4 truk, 2 truk ke Gantang, 2 Truk ke  Kadileben. Di Kali Gantang (atau kali apa ya? Diz gak tau ding namanya)  keempat ruk berpisah menuju daerah masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis itu, kami  kumpul sebentar di kapel di masing2 wilayah, dan akhirnya dijemput oleh  orangtua asuh; Bapak/Ibu yang punya rumah yang bakal kami tempatin. Saya  serumah sama temen sekelas saya, Vicky. Kami cuma diberitau siapa nama  kepala keluarga yang akan kami tempati, kami gak dikasi tau giman watak  beliau, keadaan rumah de-el-el. Cuma dikasih tahu nama bapak asuh kami  Pak Nurgianto, dan kami akn tinggal di Lingkungan Gantang 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dann...&lt;br /&gt;kami  disuruh mengikuti seorang bapak. Masuk gang kecil, belok2, dan akhirnya  sampai di sebuah rumah yg kecil dan berlantaikan tanah. Abis kenalan,  basa-basi sama bapak dan ibu, kami istirahat sambil cerita2. Besok baru  deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The adventure was begun....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bangun pagi,  bantuin ibu masak, ke ladang, bantuin ngitung bambu dan ngarit. Diz  bener2 ngeras diz gak berguna apa-apa. Soalnya diz gak bisa (dan gak  dibolehin sama bapak-ibu) buat ngangkat yang berat2. Ibu asuhku,  walaupun umurnya udah sekitar 50-an, kepala dan lehernya kuat lho buat  ngangkat bebean rumput buat pakan sapi kira2 1 kwintal. O.o  ckckckck,  saya saja yg bru 16 tahun gak bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus pulang, mandi, masak  makan siang, istirahat, sorenya ngeteh bareng bapak sambil cerita2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eeehhh,  maksudnya "istirahat" di atas itu... tidur siang. :"p&lt;br /&gt;Abiss, bapak  ibu pasti gak ngebolehin aku ma Vicky ikut ke ladang klo udh siang.  Yaudah. Yang bisa kami lakukan hanya menunggu sambil bobok. Ataumain ke  rumah temen2 yg lain yg jga ditempatin di Gantang 1. Ada Jumi, Miun,  Dini, Dewi, Aldo, David, Adit dan Ciput. Malah ada temen2 yg dari  Kadileben main ke Gantang. Wuiihhh, padahal butuh waktu 1,5 jam lho,  Gantang-Kadileben.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, klo udah sore, ngobrol ama bapaknya.  Bapak cerita, hidup jadi petani itu susah, hanya dengan pinjaman modal,  mereka harus bisa berusaha mengembalikan modal tersebut dengan hasil  panenan. Tapi... kadang2 harga2 bisa sangat turun. Cabe sekilo cuma  dihargai 5-8ribu. Bayangin! Dari benih ampe berbuah butuh waktu kurang  lebih 6 bulan. Belum pupuknya, air klo gak ujan, dan alat bahan lainyg  gak murah, akhirnya cuma dihargain segitu. Belum tentu Bapak-Ibu bisa  balik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, meskipun kayak gitu, anehnya, mereka masih  bisa tersenyum, dan memeberikan segala yang terbaik bwt aku ma Vicky.  Klo sore2 digorengin tape, dan dibuatin teh anget manis, bener2...  mereka memberi dari kekurangan mereka, buakn dari kelebihan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  bapak dan ibu, diz bner2 belajar arti "menghargai" dan "bersyukur". :")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dah  lanjut. Abis ngobrol2, bantuin ibu masak lagi, makan malem, ngobrol  dikit, trus bobok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira2 gitulah siklus idup diz selam di Desa  Gantang sampe hari kamis tanggal 25 Maret. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oy, hari Selasanya,  tgl 23 Maret, Anak2 dari SMTIK PIKA Semarang (moga2 saya gak salah  ketik) juga dateng ke desa Gantang bwt Homestay. Trus anak Van Lith ma  Anak PIKA kenalan, saling silaturrahmi (baca: tukeran alamat fb), dan  kerja bareng di ladang metik cabe. X"P&lt;br /&gt;Nice to know you, PIKA! Salam  dari Muntilan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, gitulah pengalaman saya selama homestay di  Desa Gantang. Dari yg gempor ke ladang, kaget begitu tau di sebelah  dapur ternyta langsung kandang sapi, seneng but capek plus tambah item  waktu manen cabe bareng anak2 PIKA, itu semua jadi pengalaman idup yg  bakal diz inget sampe kapan pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus...&lt;br /&gt;hari Kamis tanggal 25  Maret, paginya aku metik cbe bareng anak2 PIKA, ladangnya gak terlalu  luas dan banyak pekerja (rame2, bo), selesainya sebentar.&lt;br /&gt;Lalu,  pulang dari ladang, aku ma Vicky mandi trus packing buat pulang. Abis  makan, kami pamit pulang. Sedihhh banget rasanya musti ninggalin bapak  ibu yg udah baik banget ama kami berdua. Diz jadi kangen mereka dan  pengen balik lagi nih.. &amp;gt;.&amp;lt; :"( Diz nahan air mata waktu itu...  takut klo nangis, bapak-ibu malah ikutan sedih...  Setelah pamit,  akhirnya diz pulang juga ke asrama (masih pake TRUK). Dan balik lagi ke  rutinitas asrama-seklah...  Well, dari pengalaman ini, diz ngrasa bnyak  bgt belajar. Didesa itu, sopan santun, ramah tamah, masih mengakar  dengan kuat dan masih diterapkan. Tiap kali diz jalan2, pasti org2  bilang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Monggo, Mbak--&lt;/span&gt;Mari  Mbak," atau, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pinarak, Mbak?--&lt;/span&gt;Mampir  Mbak?" Padahal, mereka kenal aku aja enggak.&lt;br /&gt;Klo dibandingin ama  Bekasi... klo kita disapa orang di jalan, pasti malah bingung, malahan  nganggep yang nyapa gila, gak kenal juga... Sadly, paling engga buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup  bersama Pak Nur dan Bu Tutik selama 5 hari itu bner2 membuka mataku.  :")&lt;br /&gt;Diz berharap, klo diz udah gede, diz bisa balik ke Desa Gantang  bwt ngbantuin masyarakat di sana yg bener2 berkekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa  Gantang... I love that place so much.&lt;br /&gt;I will come back again,  sometime. I promise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V,&lt;br /&gt;dia...Z&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sayang  banget diz gak punya kamera dan emang gak boleh bw selam homestay.  Padahal banyak pemandangan bagus dan pengalaman berkesan utk dipotret.  T_T&lt;/li&gt;&lt;li&gt;This article also can be read on my fb note.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;i&gt;Source: http://dizftrq.blogspot.com/&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5305989134023712444-3903113988128168309?l=jurnalistikremaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/feeds/3903113988128168309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/homestay-van-lith-muntilan-shsd-gen-xix.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/3903113988128168309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5305989134023712444/posts/default/3903113988128168309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistikremaja.blogspot.com/2011/07/homestay-van-lith-muntilan-shsd-gen-xix.html' title='Homestay Van Lith Muntilan SHSD Gen. XIX, Gantang- Kadileben, Sawangan'/><author><name>Stephanie Putri Diasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07249310254950961007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-cLHPan7VLgM/Tj46wN1-b9I/AAAAAAAAADA/L0rDmoDJdco/s220/DSC00629%2528blog%2529.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
